Perangkat Akreditasi Sekolah

Sesuai dengan Permendikbud Nomor 59 Tahun 2012 pasal 9 ayat (2) huruf 6, dalam pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah, BAN-S/M merumuskan kriteria dan perangkat akreditasi sekolah/madrasah untuk diusulkan kepada Mendikbud.

Selanjutnya pasal 16 ayat (1) menyebutkan bahwa Menteri menetapkan kriteria dan perangkat akreditasi dengan memperhatikan Standar Nasional Pendidikan.


TUJUAN PENGEMBANGAN PERANGKAT AKREDITASI


Perangkat akreditasi sekolah/madrasah dikembangkan oleh BAN-S/M untuk menilai kelayakan suatu sekolah/madrasah berdasarkan kriteria yang mengacu pada standar nasional pendidikan, yang hasilnya diwujudkan dalam bentuk pengakuan peringkat akreditasi.

Perangkat akreditasi digunakan untuk mengukursejauh mana sekolah/ madrasah telah memenuhi standar nasional pendidikan.

Perangkat Akreditasi Sekolah

DASAR PENGEMBANGAN PERANGKAT AKREDITASI
Perangkat akreditasi sekolah/madrasah dikembangkan berdasarkan standar yang mengacu pada standar nasional pendidikan.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (pasal 86 ayat 3)

menyatakan

Bahwa akreditasi sebagai bentuk akuntabilitas publik dilakukan secara objektif, adil, transparan, dan komprehensif dengan menggunakan instrumen dan kriteria yang mengacu kepada standar nasional pendidikan.

Pasal 1 ayat (1) menyatakan bahwa standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan menggunakan standar nasional pendidikan sebagai acuan, setiap sekolah/madrasah diharapkan dapat mengembangkan pendidikannya secara optimal sesuai dengan karakteristik dan kekhasan programnya.

Standar nasional pendidikan harus dijadikan acuan guna memetakan secara utuh profil kualitas sekolah/madrasah.

Oleh karena itu, komponen instrumen akreditasi disusun berdasarkan pada delapan komponen standar nasional pendidikan.

Delapan komponen akreditasi sekolah/madrasah tersebut adalah:

STANDAR ISI
Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.

BACA JUGA  Bank Soal

STANDAR PROSES
Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan.

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN.
Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan.

STANDAR SARANA DAN PRASARANA.
Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

STANDAR PENGELOLAAN
Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan.

STANDAR PEMBIAYAAN.
Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun.

STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN
Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.

Penyusunan instrumen akreditasi sekolah/madrasah dilakukan melalui

beberapa langkah yang meliputi:

memantapkan konsep;
mengembangkan kisi-kisi;
menulis butir-butir instrumen;
melakukan uji coba instrumen;
Pembahasan dengan pakar kurikulum, psikometri, evaluasi, dan PLB;
sinkronisasi dengan direktorat terkait; dan
penerbitan Permendikbud tentang Perangkat Akreditasi.
Penyusunan perangkat akreditasi sekolah/madrasah tahun 2017 yang telah dilakukan oleh BAN-S/M mengacu pada Permendiknas, Permendikbud, dan peraturan terkait lainnya.

BACA JUGA  Cara Memberikan Tugas Online di SeOn

Setiap komponen standar meliputi beberapa aspek dan setiap aspek meliputi beberapa indikator. Idealnya setiap indikator dijabarkan menjadi satu butir pernyataan, namun kalau cara ini dilakukan, jumlah butir instrumen akan
sangat banyak.

Oleh karena itu, acuan butir instrumen adalah aspek dari komponen standar, artinya setiap aspek dijabarkan menjadi satu butir pernyataan, sehingga diperoleh jumlah butir untuk setiap instrumen akreditasi tidak terlalu banyak.

Indikator digunakan sebagai persyaratan pemenuhan standar dan bahan penjelasan dalam petunjuk teknis pengisian instrumen akreditasi.
Selanjutnya kriteria butir pernyataan instrumen akreditasi adalah sebagai berikut.

Terukur.
Jelas (tidak menimbulkan penafsiran ganda).
Sesuai aspek masing-masing standar.
Masing-masing pernyataan hanya mengukur satu aspek
Masing-masing butir instrumen tidak saling bertentangan dan meniadakan butir yang lain.
Perangkat Akreditasi Sekolah

Perangkat akreditasi yang telah ditetapkan dengan Permendikbud adalah sebagai berikut.

Perangkat Akreditasi SD/MI.
Perangkat Akreditasi SMP/MTs.
Perangkat Akreditasi SMA/MA.
Perangkat Akreditasi SMK/MAK.
Perangkat Akreditasi SDLB.
Perangkat Akreditasi SMPLB.
Perangkat Akreditasi SMALB.
Perangkat Akreditasi SD SPK.
Perangkat Akreditasi SMP SPK.
Perangkat Akreditasi SMA SPK.
Jumlah butir pernyataan instrumen akreditasi pada setiap program atau satuan pendidikan adalah:

SD/MI sebanyak 119 butir pernyataan.
SMP/MTs sebanyak 124 butir pernyataan.
SMA/MA sebanyak 129 butir pernyataan
SMK/MAK sebanyak 133 butir pernyataan.
SLB
a. SD sebanyak 121 butir pernyataan.
b. SMP sebanyak 128 butir pernyataan.
c. SMA sebanyak 128 butir pernyataan.
SPK;
a. SD sebanyak 100 butir pernyataan.
b. SMP sebanyak 109 butir pernyataan.
c. SMA sebanyak 113 butir pernyataan.
DOKUMEN AKREDITASI
Perangkat Akreditasi terdiri atas empat dokumen yang saling terkait dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Dokumen tersebut adalah:

  1. Instrumen Akreditasi.
  2. Petunjuk Teknis Pengisian Instrumen Akreditasi.
  3. Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung (IPDIP).
  4. Teknik Penskoran dan Pemeringkatan Hasil Akreditasi.
BACA JUGA  Pengertian Pendidikan Karakter - SeOn Indonesia

BACA JUGA Pengertian Pendidikan Karakter
Instrumen Akreditasi Sekolah/Madrasah merupakan alat ukur yang digunakan untuk menilai kualitas sekolah/madrasah berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dan hasilnya diwujudkan dalam bentuk peringkat akreditasi.

PENSKORAN HASIL AKREDITASI
Penskoran hasil akreditasi menggunakan Program Aplikasi Penskoran dan Pemeringkatan Hasil Akreditasi. Sekolah/madrasah dinyatakan “terakreditasi”, jika memenuhi seluruh kriteria berikut:

Memperoleh nilai akhir akreditasi sekurang-kurangnya 71;
Memperoleh nilai komponen standar sarana dan prasarana sekurang-kurangnya 61; dan
Tidak ada nilai komponen standar di bawah 50.
Sekolah/madrasah dinyatakan “Tidak Terakreditasi” (TT) jika sekolah/madrasah tidak memenuhi kriteria di atas.

PERINGKAT AKREDITASI
Peringkat akreditasi adalah sebagai berikut:

Peringkat akreditasi A (Unggul), jika sekolah/madrasah memperoleh Nilai Akhir Akreditasi (NA) sebesar 91 sampai dengan 100 (91 < NA < 100).
Peringkat akreditasi B (Baik), jika sekolah/madrasah memperoleh Nilai Akhir Akreditasi (NA) sebesar 81 sampai dengan 90 (81 < NA < 90).
Peringkat akreditasi C (Cukup Baik), jika sekolah/madrasah memperoleh
Nilai Akhir Akreditasi (NA) sebesar 71 sampai dengan 80 (71 < NA < 80).
PENGELOLAAN SEKOLAH
Untuk mencapai standar sesuai peraturan yang tealh ditetapkan, tentunya diperlukan manajemen serta tatakelola sekolah yang baik.

Untuk itu Seon Indonesia siap mendukung sekolah dalam melakukan pengeloaan ini, termasuk bagaimana memenej sekolah yang terintegrasi.

Semoga artikel Perangkat Akreditasi Sekolah ini bisa membantu sekolah Anda untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Klik disini untuk chat dengan kami !
Ada yang bisa kami bantu